Banyak cara dapat kita lakukan untuk menyelamatkan Bumi yang kian
rapuh. Salah satunya dengan menanam pohon sang penyelamat lingkungan.
Contohnya:
Pohon Beringin dipilih sebagai salah satu simbol dari pancasila, sila
ketiga PancasilaKarena lambang pohon beringin untuk mencitrakan
Pemerintah yang memberi keteduhan kepada rakyat.
Tetapi
pohon-pohon kini merana karena tumbang ditiup angin atau ditebangi
tanpa terkendali. Padahal, pohon wajib dilindungi dan dilestarikan apa
pun alasannya. Menebang pohon sama saja mempercepat ajal kita.
Pada
era pemanasan Bumi (Globalisai) dan berbagai bencana alam (banjir,
tanah longsor, pencemaran udara, krisis air) terjadi, gerakan penanaman
pohon besar yang lebih banyak lagi merupakan hal mutlak. Pohon berjasa
menahan air dalam tanah, mencegah erosi dan longsor, menjadi habitat
bagi beragam makhluk hidup, memproduksi oksigen, menyerap
karbondioksida-gas rumah kaca penyebab pemanasan global-menyaring gas
polutan, meredam kebisingan, angin dan sinar matahari, dan menurunkan
suhu kota.
Menanam pohon ada aturannya, tidak asal
tanam. Penanaman pohon mensyaratkan kecocokan jenis pohon (pantai,
dataran rendah, pegunungan), fungsi (ekologis, ekonomis, estetis),
ketepatan cara (standar keamanan dan keselamatan), waktu penanaman,
penyediaan, pemilihan, dan pendistribusian (dalam jumlah besar), serta
pemeliharaan pascatanam.
Pohon-pohon pengikat tanah dan
penyimpan air tanah ditanam di lahan kritis yang rawan longsor dan
erosi. Pohon bakau memagari kawasan tepian pantai hingga menyusup ke
jantung kota melalui bantaran kali untuk mencegah intrusi air laut,
menahan abrasi pantai, menahan air pasang, angin dan gelombang besar
dari lautan lepas, mencegah pendangkalan dan penyempitan badan air,
menyerap limpahan air dari daratan (saat banjir), menetralisasi
pencemaran air laut, dan melestarikan habitat tiga ekosistem hutan bakau
yang kaya keanekaragaman hayati.
Jenis pohon tertentu
terpilih sebagai pohon penyelamatan yang ditanam di sepanjang jalur
evakuasi bencana menuju taman atau bangunan penyelamatanlainnya.
Penanaman pohon besar di sepanjang jalur hijau jalan, jalur pedestrian,
bantaran rel kereta api, jalur tegangan tinggi, serta jalur tepian air
bantaran kali, situ, waduk, tepi pantai, dan rawa-rawa akan membentuk
infrastruktur hijau raksasa yang berfungsi ekologis. Kota pohon memberi
keteduhan pada pejalan kaki dan penunggang sepeda.
Pemerintah
bersama masyarakat dapat memelihara dan melindungi pohon. Kita dapat
mengadopsi dan menjadi orang tua angkat pohon-pohon besar di depan
rumah.
Ada beberapa pohon yang layak tanam untuk kota
besar seperti Jakarta, yaitu pohon trembesi (Ki Hujan) , Pohon asam,
Pohon mahoni ,Pohon tanjung, atau Pohon bintaro. Selain itu, pohon
buah-buahan yang menarik bagi burung dan tupai dapat pula ditanam di
lingkungan rumah kita, seperti pohon mangga, sawo kecik, rambutan,
nangka. Kawasan pantai dapat ditanami waru laut, cemara laut ,
nyamplung, ketapang.
Kita tidak akan pernah dapat
menghargai pohon selama kita tak pernah mendengarkan bahasa pohon.
Seperti pepatah bijak dari China 500 SM, "jika engkau berpikir untuk
satu tahun ke depan, semailah sebiji benih, jika engkau berpikir untuk
sepuluh tahun ke depan, tanamlah sebatang pohon"



0 komentar:
Posting Komentar